Home Blog Page 3

Usulan Anggaran Pembangunan Landas Pacu Kertajati Dibatalkan

0

Majalengka, Varianews.com Wakil Ketua Komisi IV DPRD Jawa Barat Daddy Rohanady menuturkan Kementerian Perhubungan membatalkan rencana kucuran dana dari APBN sebesar Rp350 miliar pada tahun anggaran 2018 untuk pembangunan landas pacu Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati.

“Rencana kucuran dana APBN sebesar Rp350 miliar pada tahun anggaran 2018 dibatalkan. Dana sebesar itu pada mulanya untuk merealisasikan runway BIJB Kertajati menjadi sepanjang 3.000 meter,” kata Daddy Rohanany kepada wartawan baru-baru ini.

Ia mengatakan keputusan pembatalan kucuran dana APBN untuk pembangunan landas pacu Bandara Kertajati tersebut diketahui usai Komisi IV DPRD Jawa Barat berkonsultasi dengan Kementerian Perhubungan beberapa waktu lalu.

“Dana sebesar itu dibatalkan pengalokasiannya oleh Kementerian Perhubungan. Padahal, dana tersebut diplot untuk menyelesaikan pembangunan runway pada tahun 2018. Dampaknya tentu sangat signifikan karena samapi saat ini runway baru 2.500 meter,” kata dia.

Terkait dampak pembatalan dana tersebut maka Komisi IV DPRD Jawa Barat melakukan rapat koordinasi dengan Dinas Perhubungan Provinsi Jabar dan PT BIJB di lokasi bandara yang terletak di Kabupaten Majalengka tersebut.

Menurut dia, dalam rapat terungkap bahwa PT BIJB juga merasa terkejut dengan adanya pembatalan alokasi dana APBN tersebut.

“PT BIJB sendiri terkejut mendengar pembatalan itu. Mereka memang pada mulanya lebih concern pada pembangunan sisi darat sedangkan pembangunan sisi udara didanai APBN,” kata dia.

Perjanjian Kerja Sama antara PT BIJB dengan PT Angkasa Pura II membuat berlakunya PP Nomor 40 Tahun 2012 yang tidak memperkenankan masuknya APBN.

Menurut dia, Kemenhub berjanji akan mengingatkan agar PT AP II dengan posisinya sebagai operator BIJB Kertajati terus menyelesaikan rencana pekerjaan sebagaimana yang sudah diplot, termasuk memperpanjang landas pacu menjadi 3.000 meter.

“Kami tidak ingin hanya karena adanya MoU PT BIJB dengan PT AP II lantas pembangunan bandara tersebut menjadi tersendat apalagi mangkrak,” kata dia.

“Pembangunan BIJB Kertajati amat diharapkan segera selesai sehingga dapat mempercepat laju pertumbuhan ekonomi masyarakat Jawa Barat. Mengapa? Beroperasinya BIJB Kertajati pasti akan menjadi salah satu pengungkit percepatan laju perekonomian Jabar. Jadi, kami sangat berharap agar pembangunan bandara di atas lahan 980 hektre itu segera terwujud,” ujar Daddy.

Ia memperkirakan jika PT AP II tidak bersedia melanjutkan pembangunan runway menjadi 3.000 meter maka pemberangkatan haji dari BIJB Kertajati pertama kali pada tahun 2018 hanyalah isapan jempol belaka. *(Anas Nasikhin / ant)

Warga Binaan Lapas Sukamiskin Bandung Luncurkan Buku

0

Bandung, Varianews.com Warga binaan yang menjadi penghuni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas 1 A Sukamiskin Bandung seperti Akil Mochtar, Rahmat Yasin, OC Kaligis hingga Luthfi Hasan Ishak meluncurkan sebuah buku berjudul “Secercah Cahaya di Langit Sukamiskin”, di Lapas Sukamiskin Bandung, Selasa.

Salah satu wargaan binaan baru di Lapas Sukamiskin Bandung, Patrialis Akbar menyambut baik peluncuran buku tersebut karena selain judul dan tulisan yang menarik buku ini juga menjadi semacam revolusi sikap, mental, visi bahkan amalan luar biasa dari warga binaan yang terkadang dicap negatif oleh masyarakat luar.

“Karena dalam dua minggu saya di sini, memang apa yang ditulis teman-teman di buku ini implementasinya saya merasakan betul, bahkan saya mengatakan kita hidup di sini seperti pergi ke Tanah Suci, beribadah terus kerjanya,” kata Patrialis.

Apa yang ditulis oleh warga binaan di buku ini, menurut dia, merupakan sebuah perubahan dahsyat yang belum tentu didapatkan oleh masyarakat di luar lapas.

“Kalau di luar lapas, belum tentu kita bisa menyelesaikan satu hari satu juz membaca Al Quran tapi di sini, disaung-saungnya diisi oleh orang-orang yang melakukan hapalan satu hari satu juz,” kata dia.

Sementara itu salah seorang penulis buku/warga binaan yang juga pengacara senior Otto Cornelis Kaligis berpendapat seharusnya buku ini diberi judul cahaya langit di Langit Sukamiskin bukan secercah cahaya.

“Karena saya menjadi saksi mata bagaimana saudara muslim saya di sini yang asalnya tidak pernah membaca Al Quran menjadi rajin membaca dan mengkaji Al Quran setiap harinya. Kemudian bagaimana warga binaan muslim dengan non muslim saling membantu dalam sebuah acara anak yatim piatu di sini,” kata OC Kaligis.

Sementara itu jurnalis senior Ahmad Mabruri Mei Akbari menilai dari tulisan-tulisan yang ada di buku ini bukan secercah cahaya namun sebuah cahaya bahkan mukjizat yang turun di Lapas Sukamiskin Bandung.

“Kalau tadi Prof OC Kaligis bilang judulnya bukan secercah cahaya tapi cahaya. Tapi kalau saya suruh pilih judul bukan sekedar cahaya tapi mukjizat Al Quran turun di Sukamiskin karena pada dasarnya Al Quran itu mukjikat,” kata dia.

Mantan Anggota Dewan Pengawas Perum LKBN Antara ini mengaku terkesan dengan salah satu kutipan yang terdapat di halaman 213 buku ini yakni bahwa Al Quran itu telah membuat tegak jiwa yang lusuh, membuat jiwa yang hampa menjadi bertaji dan membuat jiwa yang tertutup menjadi cemerlang.

Buku ini, lanjut Mabruri, menjadi gambaran bahwa warga binaan di Lapas Sukamismin sedang membangun peradaban di dalam penjara.

“Kalau ada istilah bad news is a good news, saya kira kurang tepat dalam konteks ini karena good news is good news karena ada warga binaan yang membangun peradaban dalam lapas ini,” kata dia. *(Anas Nasikhin / ant)

 

Seksi I-II Tol Cisumdawu Ditargetkan Beropersi 2019

0

Bandung, Varianews.com Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat Iwa Karniwa menuturkan seksi I dan II Jalan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) ditargetkan bisa beroperasi pada 2019.

“Seksi I dan II direncanakan selesai 2019. Diharapkan kontruksi 36 bulan, Oktober 2019 sudah beroperasi, seksi tiga hingga enam direncana lebih cepat, yakni April 2019 ditargetkan bisa beroperasi,” kata Iwa Karniwa di Bandung, baru-baru ini.

Ia menuturkan Satuan Kerja (Satker) Proyek Pembangunan Tol Cisumdawu saat ini terus dilakukan percepatan pembangunan tol tersebut karena banyak manfaat yang bisa dirasakan dari infrastruktur tersebut.

“Percepatan Tol Cisumdawu ini bisa meningkatkan perekonomian, meningkatkan kapasitas jalan, melengkapi jalan tol Bandung-Jakarta-Cirebon, terkoneksi dengan Bandara Kertajati, dan sebagai jalur alternatif Cadas Pangeran, Kabupaten Sumedang dan pemecah kemacetan wilayah pendidikan Jatinangor,” kata Iwa.

Ia menuturkan panjang seksi satu Tol Cisumdawu mencapai sekitar 12,025 km yang dimulai dari “interchange” Tol Cileunyi sampai ke Rancakalong, Kabupaten Sumedang.

“Seksi dua panjang sekitar 17,05 km dan seksi seksi tiga hingga seksi enam panjangnya mencapai 32,8 km. Sehingga total panjangnya 61,1 km lebih sampai ke `interchange` Dawuan Km 152 Tol Cipali,” kata dia.

Menurut dia, khusus untuk seksi I dan II Tol Cisumdawu pembangunannya akan menggunakan APBN dan pinjaman dari Pemerintah China. *(Anas Nasikhin / ant)

Pembangunan Seksi Lima Tol Cisumdawu Berubah

0

Bandung, Varianews.com Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat Iwa Karniwa menuturkan pembangunan seksi lima Tol Cileunyi Sumedang Dawuan (Cisumdawu) berubah.

“Kementerian PUPR meminta dilakukan perubahan trase seksi lima Legok-Ujung Jaya Tol Cisumdawu. Jadi, khusus seksi lima Tol Cisumdawu ada pergeseran,” katanya di Bandung, Rabu.

Menurut dia,permintaan Dirjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat tersebut secara resmi dilampirkan dalam surat dokumen perencanaan pengadaan lahan dalam rangka penetapan lokasi pembangunan Tol Cisumdawu akhir September lalu pada pihaknya.

Ia menuturkan perubahan seksi lima tol tersebut dilakukan usai kementerian melakukan evaluasi desain Tol Cisumdawu dari seksi empat hingga enam.

Perubahan, kata dia, terkait dengan penambahan dan pengurangan jumlah desa yang terlewati oleh proyek tersebut.

“Berdasarkan hasil evaluasi ada penambahan lima desa dari awalnya hanya satu desa di Kabupaten Sumedang, lalu ada juga pengurangan dua desa di dua kecamatan,” kata dia.

Pihaknya mengaku sudah menindaklanjuti permohonan ini dengan menggelar rapat teknis antara Pemprov Jabar, Satker Cisumdawu dan Badan Usaha Jalan Tol yang akan melakukan pembebasan lahan di seksi tiga hingga enam.

“Jadi untuk perubahan trase nanti Dinas Pemukiman dan Perumahan akan menelaah hal ini untuk tindaklanjutnya,” katanya.

Lebih lanjut ia mengatakan perubahan seksi lima Tol Cisumdawu ini juga berimbas pada seksi empat dan enam namun perubahan yang terjadi di dua trase tersebut dipastikan Iwa tak begitu signifikan.

Iwa menambahkan rencananya perubahan trase ini akan dimasukan dalam revisi keputusan gubernur Jabar terkait penentuan lokasi Tol Cisumdawu.

“Untuk seksi tiga hingga enam ini akan segera berproses karena itu perubahan trase ini harus selesai segera,” kata dia. *(Anas Nasikhin / ant)

 

Menekan Angka Perceraian dan KDRT

0

 Kemenag Kota Bandung Adakan Bimbingan Perkawinan Calon Pengantin

Bandung, Varianews.com Sebanyak 60 pasang calon pengantin mengikuti Bimbingan Perkawinan Calon Pengantin yang diselenggarakan Kemenag Kota Bandung. Kegiatan tersebut berlangsung selama 2 hari (13-14 september 2017) bertempat di aula Kemenag Kota Bandung, Jln. Soekarno-Hatta No.498 Bandung.

Selama kegiatan tersebut, calon pengantin pria dan wanita diberi sesi ceramah, dialog serta berbagai simulasi tentang materi-materi yang diberikan oleh instruktur yang memiliki kompetensi, mengikuti pelatihan di Kemenag Pusat dan bersertifikasi. Mengikuti bimbingan tersebut tidak dipungut biaya, peserta diberikan piagam setelah selesai mengikuti bimbingan hingga tuntas.

Kasi Bimas Islam, Kemenag Kota Bandung, Drs. H. Mimin Sutisna, M.Pd.I, ditemui di sela kegiatan mengatakan, Bimbingan calon pengantin pra nikah bertujuan untuk mengokohkan ketahanan keluarga dalam mewujudkan rumah tangga yang sakinah, mawaddah wa rahmah.

Dikatakan H.Mimin, Bimbingan Perkawinan sangat perlu dilaksanakan sebagai pondasi awal menjalankan rumahtangga mengingat banyaknya kasus perceraian dan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) belakangan ini. Dengan adanya program ini, diharapkan bahwa perceraian dan kekerasan dalam rumah tangga dapat dicegah oleh para suami-istri yang telah dibekali dengan pengetahuan yang memadai tentang bagaimana menjalankan roda rumah tangga.

“Pengetahuan tentang pekawinan sangat penting dan harus diberikan sedini mungkin, sejak sebelum berlangsungnya perkawinan, yaitu melalui Bimbingan Perkawinan Calon Pengantin,” tegas H.Mimin.

Kegiatan yang dilaksanakan oleh Kemenag Kota Bandung tersebut sejalan dengan program Dirjen Bimas Islam Kemenag RI dalam menekan tingginya angka perceraian, terutama pada usia pernikahan kurang dari 5 tahun dan banyaknya kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). *(Anas Nasikhin)

Indonesia Berpesta Batik sampai Puncak Gedung Sarinah

0

Jakarta, Varianews.com – Indonesia akan benar-benar berpesta batik pada Oktober mendatang. Bukan saja merayakan Hari Batik Nasional pada 2 Oktober sebagai wujud syukur atas dikukuhkannya batik sebagai warisan kebudayaan dunia oleh UNESCO, organisasi nirlaba Yayasan Batik Indonesia (YBI) juga menyelenggarakan serangkaian acara bertajuk ‘Pesta Batik Indonesia.

Sebagai pembuka rangkaian acara pada Rabu (20/9), diselenggarakan fashion show oleh empat label busana batik kenamaan seperti [bi], Galeri Batik Jawa, Parang Kencana, dan Danar Hadi di Galeries Lafayette, Pacific Place, Jakarta Selatan.

Label [bi] mengeluarkan koleksi dengan inspirasi dari urban street style dipadu dengan batik. Label yang belum lama ini mencoba fokus pada busana pria lewat [bi] maskulin itu memiliki misi agar anak muda tak malu mengenakan batik. Dalam fashion show kali ini mereka memamerkan beberapa koleksi busana ready to wear baik untuk pria maupun wanita.

“Ini sebenarnya koleksi di awal 2017. Kami kerjasama dengan putri Pak Komar, pembatik dari Bandung. Ini gabungan teknik batik Indonesia dengan teknik shibori dari Jepang,” jelas co-founder [bi] maskulin, Haryo Upandityo pada wartawan  usai fashion show.

Shibori adalah teknik pembuatan pola pada kain dengan proses pencelupan pada warna. Kain terlebih dahulu diikat, dilipat atau dililit terlebih dahulu, seperti teknik tie dye. Pola yang dihasilkan pun nantinya akan unik dan sangat beragam

Label Galeri Batik Jawa mengusung warna indigo dalam koleksinya. Untuk model, batiknya dikemas dalam siluet-siluet modern seperti outer berupa blazer atau atasan model kimono Jepang dengan bagian bawah lengan yang panjang serta celana panjang. Warna indigo semakin apik dengan paduan busana warna putih.

Berbeda dengan Galeri Batik Jawa, label Parang Kencana banyak bermain dengan warna-warna cerah. Ia banyak menampilkan busana untuk wanita, sesuai dengan tema ‘Rasasvada.’ Dalam filosofi India itu berarti ‘the taste of bliss, in the absence of all thoughts.’

“Ini menggambarkan sosok perempuan modern yang mandiri dan mencintai budaya batik tanah air, namun memiliki jiwa untuk berpetualang,” kata Sales and Marketing Director Parang Kencana, Meity Sutandi.

Fashion show ditutup oleh koleksi label Danar Hadi. Tak mau hanya bermain aman dengan perpaduan batik dan padanan polos, Danar Hadi melakukan eksperimen dengan menabrakkan motif maupun warna. Dengan kain motif garis, tampilannya pun kian kreatif.

Selain empat label ternama yang melakukan fashion show itu, Pesta Batik Indonesia juga dimeriahkan label Jarit, Batik Tembayat, Batik Paring, Di Khatulistiwa, dan Tayada.

Pameran hingga Vertical Catwalk

Selain pameran di Galeries Lafayette, pameran UKM dan pengrajin batik akan diselenggarakan di gedung Kementerian Perindustrian dan Perdagangan pada 26-29 September.

Menurut Ketua Hari Batik Nasional 2017, Gita Pratama, para peserta berasal dari UKM atau pengusaha yang sudah besar maupun mereka yang masih baru. Sebanyak 44 peserta akan terlibat dan sembilan di antaranya adalah UKM baru.

“Yang sudah besar dan berkembang akan membawa customer mereka dan bisa bantu yang baru untuk maju,” ujarnya.

Sebagai ujung acara, pada 1 Oktober akan diadakan parade Pesta Batik Nusantara di Car Free Day. Parade diikuti oleh Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI), sekolah-sekolah, serta dimeriahkan oleh ondel-ondel, gerobak hias, gunungan serta komunitas-komunitas.

Puncaknya adalah vertical catwalk, yakni fashion show dari atas gedung Sarinah dari ketinggian kurang lebih 80 meter. Dibantu tali khusus, para model akan berjalan di atas hamparan kain batik, di salah satu sisi gedung.

“Saya ingin ada sesuatu yang tidak biasa, maka vertical catwalk ini yang dipilih. Nanti konsep acara atau busana lebih ke futuristik,” kata Gita. *(Anas Nasikhin / cnn)

Amdal Beres, Moratorium Pulau G Dicabut Hari Ini

0

Jakarta, Varianews.com Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bapedda) DKI Jakarta Tuty Kusumawati memastikan nasib Pulau G hasil reklamasi yang berada di kawasan pesisir Utara Jakarta akan diputuskan hari ini, Senin (2/10), atau paling lambat Selasa esok. Tuty yakin moratorium pembangunan di Pulau G akan dicabut.

Pulau G yang baru setengah jadi dibuat itu dihentikan pembangunannya pada Mei 2016 lalu setelah KLHK memberikan sanksi administratif atau moratorium karena masalah izin lingkungan terkait amdal.

“Iya hari ini diputuskan, sudah selesai semuanya, mudah-mudahan tidak ada halangan lagi. Kami memang belum terima undangan Pak Menko untuk rapat, tapi itu sudah pasti. Kalau tidak hari ini ya akan besok,” kata Tuty di kawasan Lapangan Irti Monas, Jakarta, Senin (2/10).

Tuty pun memastikan semua permintaan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan terkait dampak sosial bagi nelayan dan dampak lingkungan terkait operasional pipa PLTGU Muara Karang, telah diselesaikan.

Sebelumnya, operasional PLTGU Muara Karang disebut berpeluang terganggu karena pembangunan pulau reklamasi.

Menyiasati itu, Tuty mengatakan pihaknya telah menyetujui untuk menggunakan rekayasa teknologi yang diajukan oleh pihak PLN untuk menopang pembangunan Pulau G.

Selain tidak akan merusak pipa gas PLTGU, rekayasa teknologi disebut tidak akan mempersulit akses berlayar untuk nelayan.Semua syarat terkait dampak sosial bagi nelayan dan dampak lingkungan bagi PLTGU Muara Karang itu telah diadopsi ke amdal yang hari ini sedianya akan diserahkan kepada Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman.

Amdal tersebut kemudian akan dikaji. Setelah itu, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan bersama Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar bisa mencabut moratorium seluruh pembangunan Pulau reklamasi di Pesisir Utara Jakarta.

“Iya. Istilah pak Menko diteken,” kata Tuty. *(Anas Nasikhin / cnn)

 

Kebutuhan Sarjana Terapan Tinggi, Lulusan ITSB Beri Solusi Nyata

0

Karawang, Varianews.com – Kebutuhan sarjana di bidang ilmu terapan yang tinggi di Indonesia belum mampu diimbangi oleh kapasitas perguruan tinggi untuk memenuhinya. Kehadiran Institut Teknologi dan Sains Bandung (ITSB) diyakini bisa memberikan konstribusi dan investasi bernilai bagi negeri.

“Sehingga kami berani menyatakan bahwasanya keputusa orang tua yang mengirim anak-anaknya menimba ilmu di ITSB adalah sebuah investasi bernilai,” ujar Ketua Badan Pengawas ITSB, G. Sulistiyanto saat Sidang Senat Terbuka, Wisuda dan Penerimaan Mahasiswa Baru ITSB di Karawang, Jawa Barat, Minggu (1/10/2017).

Pemerintah di pengujung 2016 melansir data jika kebutuhan sarjana baik strata 1 maupun diploma dari 15 program studi teknik Indonesia mencapai lebih dari 231 ribu orang per tahun. Sementara, kemampuan perguruan tinggi meluluskan para sarjana dengan kualifikasi tadi, kurang dari 23 ribu orang per tahun.

Namun, kata Sulistiyanto, ITSB yang hadir sebagai buah sinergi Pemerintah Kabupaten Bekasi, Institut Teknologi Bandung, serta Sinar Mas, ingin menjadi pembeda dengan mengembangkan budaya riset lintas disiplin.

Di mana, lingkungan pendidikan bergerak bersama sektor industri dan pemerintah, “Guna menghasilkan lulusan yang siap berkontribusi pada industrialisasi di Indonesia, namun bukan sekadar industrialisasi, tapi juga berwawasan lingkungan, atau eco-technopreneur,” kata Rektor ITSB, Ari Darmawan Pasek di sela mendampingi Rektor ITB, Kadarsah Suryadi serta Wakil Ketua Dewan Pembina Yayasan ITSB, Djoko Santoso.

Senada dengan Rektor, Managing Director Sinar Mas, Saleh Husin mengatakan, “Kami berupaya agar civitas academica ITSB mampu menjadi agen perubahan, yang cekat berkontribusi pada industrialisasi nasional, utamanya di Kabupaten Bekasi, yang merupakan sentra industri terbesar di Indonesia.

Menurut Menteri Perindustrian periode 2014 hingga 2016 ini, Sinar Mas melalui Eka Tjipta Foundation misalnya, memfasilitasi beasiswa bagi para mahasiswa, “Untuk memperkuat sosok ITSB sebagai perguruan tinggi vokasi, Sinar Mas juga memberikan dukungan dalam pengembangan dan pembenahan infrastruktur pendidikan serta kurikulum, termasuk pula dalam peningkatan akreditasi setiap program studi yang ada.” terangnya. *(Anas Nasikhin / sn)

Kiprah Petani Muda Alumni IPB Bangun Desa Organik di Subang

0

Subang, Varianews.com Sebagai Lumbung padi, Kabupaten Subang kini tengah tengah di kepung Industrialisasi. Lahan pertanian kian banyak tergerus Industri. Anak-anak muda berbondong-bondong mencari pekerjaan di pabrik. Bahkan mereka yang memiliki warisan lahan sawah yang luas pun lebih memilih menjual sawahnya dari pada meneruskan profesi orang tuanya.

Namun, tidak demikian dengan Dedi Mulyadi,  Alumni Institut Pertanian Bogor (IPB) kelahiran kampung Bugel, desa Pringkasap, kecamatan Pabuaran, Kabupaten Subang ini lebih memilih mendedikasikan dirinya untuk pengembangan pertanian di desanya. Dirinya lebih memilih menjadi penyuluh sekaligus petani di daerahnya.

“Walaupun sebagian teman-teman saya bekerja di perusahaan dengan gaji yang menggiurkan, saya tidak tertarik, saya lebih tertarik untuk memecahkan permasalahan pertanian,” ujarnya.

Sejak lulus kuliah tahun 2012, dirinya lansung terjun ke masyarakat untuk mengembangkan pertanian di daerahnya. Dedi mulai berfikir untuk menginisiasi pengembangan pertanian padi organik, karena pangsa pasar untuk padi jenis ini dinilai cukup tinggi. Pada tahun yang sama dirinya mulai melakukan tahapan ujicoba penanaman padi organik. Dimulai dengan mempersiapkan berbagai macam sarana produksi nya mulai dari ameliorant untuk memperbaiki dan mempercepat kesuburan tanah, rhizobacteria, mikroorganisme lokal dan pestisida nabati.

Awalnya, hanya dirinya dan 2 orang rekannya yang memulai uji coba penanaman padi organik ini dengan luas lahan 1 hektar, namun kemudian terus bertambah, hingga pada tahun 2013 dibentuklah komunitas petani organik Paguyuban Bumi Mandiri dengan 24 orang anggota.

Tahun 2013 mulai masuk ke tahap optimalisasi lahan, intinya perbaikan tanah karena penggunaan bahan kimia baik pupuk dan pestisida sudah dilakukan sejak lama. Pada tahap ini dilakukan penggunaan mikroba, penambahan bahan organik dan perbaikan ekosistem sawah. Dari tahap inilah Dinas Pertanian  Kabupaten Subang mulai terlibat pembinaan pengembangan padi organik ini.

“Nah, tahun 2014 kita baru mulai ke arah budidaya, yang kita gunakan adalah prinsip SRI (System of Rice Intensification). Prinsipnya adalah gimana caranya agar budidaya padi bisa menghasilkan panen yang optimal,” ujar Dedi.

“Alhamdulillah sebelum 2016 juga kita sudah jalan di beras organik dengan berbagai kekurangan, baik kemasan ataupun peralatan, ” katanya.

Kemudian pada tahun 2016 daerahnya mulai dicanangkan untuk menjadi desa organik yang didukung oleh Kementerian Pertanian, Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Barat  dan Dinas Pertanian Kabupaten Subang. Pada tahun yang sama juga dirinya mencoba untuk melakukan proses sertifikasi organik dari Inofice.

“Dan Alhamdulillah, setelah diverifikasi dari provinsi, kita lolos menjadi salah satu desa organik dari 1000 desa organik yang merupakan salah satu program Nawacita Presiden,” ungkap Dedi.

Bukan hal mudah bagi Dedi untuk mensosialisasikan pertanian organik kepada masyarakat. Pada awalnya, rata-rata petani menolak idenya ini, namun kemudian dengan keuletannya, perlahan-lahan mulai banyak yang mengikuti.

“Kita pake pendekatan keluarga dengan cara “satu petak satu keluarga”. Maksudnya kita mengajak satu keluarga menanam satu petak padi organik untuk kebutuhan keluarganya sendiri. Anak istri kita kan perlu makanan terbaik, salahsatunya makanan pokok, cara nya ya dengan budidaya organik tadi. Dari sana Alhamdulillah, yang tadinya cuma satu petak, kini nambah nambah terus,” jelasnya.

Dari 1 hektar di tahun 2012, pada tahun 2016 sudah 5,6 hektar yang sudah tersertifikasi dan 52 hektar dalam proses pengajuan tahun 2017. Sedangkan tahun depan ditargketkan 100 hektar yang sudah tersertifikasi.

Berkat kegigihannya inilah kemudian Dedi dianugerahi penghargaan penyuluh teladan tahun 2015, sedangkan Paguyuban Bumi Mandiri menjadi salah satu nominasi lomba kelompok berprestasi tingkat nasional.

Dedi berharap kedepan pertanian organik bisa semakin di galakan dan tidak hanya untuk tanaman padi saja, tapi juga ke tanaman lain. Selian itu dirinya berharap Pemkab menginisiasi peluang pasar dan mempermudah akses permodalan.

“Saya juga berharap alih fungsi lahan pertanian karena industri di hindari, terutama di lahan lahan produktif. Lahan produktif harus dijadikan lahan pertanian abadi,” ungkap Alumni IPB lulusan jurusan Teknologi Produksi dan Pengembangan Masyarakat Pertanian ini. *(Anas Nasikhin / hms subang)

Membangun Ketahanan Pangan dengan Diversifikasi Bahan Pangan Lokal

0

Cimahi, Varianews.com – Pelaksana Tugas Wali Kota Cimahi Sudiarto menyatakan Undang-Undang RI Nomor 18 tahun 2012 tentang Pangan menyebutkan ketahanan pangan merupakan kondisi terpenuhinya pangan yang tercermin dari tersedianya pangan cukup baik jumlah maupun mutu, aman, beragam, bergizi, merata, dan terjangkau serta tidak bertentangan dengan agama, keyakinan, dan budaya masyarakat, untuk dapat hidup sehat, aktif, dan produktif secara berkelanjutan.

Undang-undang pangan bukan hanya  tentang ketahanan pangan, namun juga memperjelas dan memperkuat pencapaian ketahanan pangan dengan mewujudkan kedaulatan pangan (food soveregnity) dengan kemandirian pangan (food resilience) serta keamanan pangan (food safety).

“Untuk memenuhi kebutuhan itu perlu adanya program ketahanan pangan yang mantap dan kesinambungan yang didukung dengan adanya input sumber daya alam, kelembagaan, budaya, permodalan dan teknologi pertanian yang berwawasan lingkungan,” ujarnya dalam rapat koordinasi ketahanan pangan dan rapat pleno dewan ketahanan pangan kota cimahi, di Aula Gedung A, Komp. Perkantoran Pemkot Cimahi, Jl. Rd. Demang Hardjakusumah, baru-baru ini.

Sudiarto berharap rapat koordinasi dan pleno dewan ketahanan pangan dapat mendukung pemerintah dalam mewujudkan cita-cita pembangunan ketahanan pangan dan gizi yang meliputi penyediaan, distribusi, cadangan, penganekaragaman konsumsi, pencegahan, penanggulangan masalah pangan dan gizi. Dewan ketahanan pangan juga mempunyai fungsi koordinasi perumusan kebijakan, evaluasi dan pengendalian dalam rangka penyelenggaraan system ketahanan pangan yakni ketersediaan, distribusi dan konsumsi.

“Untuk mencapai suatu kondisi ketahanan pangan yang mantap, diperlukan mobilisasi yang dinamis dari semua pihak terkait, dalam hal ini ketersedian pangan. Hendaknya dirumuskan supaya kebijakan untuk pemenuhannya sejak dari perkiraan kebutuhan, kemampuan memproduksi sendiri dan kemungkinan pasokan bahan pangan dari luar daerah,” tutupnya. *(Anas Nasikhin / Hms)