Kumpulan Humor (2)

0
4

 “Pakai Logika”

“Tidak kebayang yah, kalau kereta api yang lagi melaju kencang, tiba tiba saja mundur sambil berdiri!” Kata Udin.

“Udin…yang Ganteng Kalem dan Pintar serta tidak pernah Sombong, kalau bicara pakai logika ya!” Tukas Ibro sambil berlalu dari hadapan Udin. (kang HUWA).

“Ng’gak Ribut”

“Mamahhhh!!!”  Teriak Putrinya Udin.

“Ada apa Nolis?” Jawab Istrinya Udin.

“Ini … di dalam mangkuk mie rebus ada karet gelangnya!’ Kata Putrinya Udin lagi.

“Ah! Begitu saja ribut! Kemarin, waktu Mamah makan Nasi Goreng, di piringnya ada gambar sendal jepit, nggak ribut!” Jawab Istri Udin sambil tersipu malu. (kang HUWA).

“Sajuta”

            Adik    : “Kak! Apa sih syarat utama supaya disayang mertua?”

Kakak  : “Syaratnya…Sajuta!”

Adik    : “Ah! Masa harus sajuta”

Kakak  : “Ya…iya Sajuta, Sabar-Jujur dan Tawakal!”

Adik    : “Hehehehe…ku kira sajuta rupiah perbulan!” (kang HUWA).

“Hewan Sehat”

Nyai       : Binatang  apa yang paling sehat?

Ujang     : “Belalang dan Kupu-kupu!”

Nyai      : Apa alasannya kamu bisa menjawab begitu ?

Ujang     : Mudah saja, khan “Belalang dan kupu-kupu itu, siang makan nasi kalau malam minum susu!”

Nyai       :Oh! (kang HUWA).

Ada-Ada Saja

-Nak! Kenapa celengan itu kamu pecahkan?

+Sebab, uangnya mau saya ambil.

-Untuk apa kamu ambil uangnya?

+Untuk beli lagi celengan! (kang HUWA).

“Ah! Kamu.”

            Seorang Kakek yang sedang sakit ditanya oleh cucu-cucunya tentang apa yang diinginkan sang Kakek. Mendengar pertanyaan dari cucu-cucunya itu, maka sang Kakek pun menjawab begini : “Kakek tidak ingin buah-buahan atau pun makanan yang enak namun harganya mahal. Kakek hanya ingin sembuh saja. Sebab, kalau kakek lagi sakit, minum air rebusan batrawali dan makan kukus pare pun suka terasa pahit.”

“Oooo! Jadi, kalau lagi tidak sakit, kakek minum rebusan batrawali dan makan kukus Pare tidak merasa pahit?” Tanya salah seorang cucu si Kakek,

“Ah! Kamu. Mana ada Batrawali dan pare yang manis?!” Jawab si Kakek sambil terus memeramkan matanya pura-pura pingsan. (kang HUWA).

Catur

“Kak! Kenapa ya main bola itu harus sebelas lawan sebelas?” Tanya seorang anak perempuan kepada kakaknya.

“Soalnya … kalau enam belas lawan enam belas, itu namanya Catur!” Jawab si kakak.

Mendengar jawaban kakaknya seperti itu, maka si anak perempuan pun hanya mampu manggut-manggut. (kang HUWA).

“Identik”

Konon, warna ungu identik dengan Jomlo. Dalam kaitan tersebut, seorang Nenek mengenakan kaos dan bercelana laging berwarna ungu berjalan melewati sekelompok remaja putra yang lagi kongkow-kongkow di tepi jalan.

“Chihuy! Jomlo … nie yeh.” Kata salah seorang remaja yang dilewati si Nenek.

Mengetahui dirinya sedang diolok-olok si remaja putra yang dilewatinya, maka si Nenek pun menghampiri kelompok remaja putra dan berkata, begini : “Unguku bukan Jomlo, coy. Melainkan…Jompo!” Kata si Nenek sambil mengedipkan sebelah matanya.

Melihat perilaku dan mendengar perkataan si nenek seperti itu, sekelompok remaja putra pun serentak pada tersipu malu. (kang HUWA).

“Nekad”

Dalam suatu Interview penerimaan pegawai baru pada satu perusahaan Pelayaran swasta, telah terjadi dialog antara Pelamar dengan tim skrining, begini : “Keberanian apa yang menunjang Anda sehingga mau melamar jadi Pegawai di Perusahaan Pelayaran ini?” Tanya salah seorang dari tim skirining kepada sang Pelamar.

“Keberanian … keberanian untuk diangkat jadi Direktur Perusahaan ini!” Jawab sang pelamar.

Mendengar jawaban dari sang Pelamar seperti itu, maka Tim Skrining pun hanya saling lirik. (kang HUWA).

“Daya Tarik”

Tanya : Apa yang menarik hati saudara sehingga mau melamar ke perusahaan ini?

Jawab : Itu lho… Konon, perusaan ini suka terlambat dalam membayar gaji karyawannya (kang HUWA).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here