Djulaiha Sukmana :“Pendidikan Inklusif Adalah Education For All”

0
9

Bandung, pelitaindonews.com – Menurut Djulaiha Sukmana,S.Sos, Penggagas didirikannya cabang Rumah Autis di Bandung yang juga Pendiri Sekolah dan klinik Autis di Bandung di bawah Yayasan Biruku Indonesia, aktif dan berdiri hingga sekarang dikenal dengan nama “Autism Care Center”, dalam tulisannya yang dikirimkan melalui WA ke Japri KH, menyebutkan, seharusnya Pendidikan Inklusif tidak lagi menjadi perdebatan dan alasan ketidak pahaman, karena sebagai bangsa yang memiliki nilai-nilai budi pekerti yang luhur sudah menggunakan filosofi tentang  hal ini, bahwa setiap individu memiliki hak yang sama, termasuk hak mendapatkan pendidikan, dan perlu penekanan “setiap individu” tersebut berarti setiap makhluk Tuhan tanpa terkecuali.

“Tanpa kecuali!” tegasnya.

Lebih lanjut, peraih seabreg prestasi ini, mengungkapkan, Pendidikan Inklusif adalah Education For All, solusi terbaik bagi kita semua, baik Pemerintah , siswa, Guru dan seluruh stake holder sekolah. Untuk belajar memahami keberagaman dan menyikapinya sebagai anugerah, belajar saling menghargai dan mencintai sesama, serta yakin ada keberkahan didalamnya manakala kita melaksanakan Pendidikan Inklusif secara benar dan nyata.

Di sisi lain, masih kata wanita yang sampai kini masih aktif memberikan pelatihan dan mengkoordinir pengembangan pendidikan anak2 disabilitas di kecamatan2 kota Bandung melalui Rehabilitas Bersumber Daya Masyarakat, Guru akan adaptasi dengan siswa yang berbeda dan melakukan inovasi serta upaya-upaya memberikan pelayananan yang tepat dan menyesuaikan pada keberagaman yang ada, Kepala Sekolah akan ramah dengan kebijakan yang kondusif serta siswa belajar berempati, bertoleransi dan menerima perbedaan dalam bentuk apapun yang ujungnya akan menumbuhkan rasa kepedulian yang tinggi.

Menutup tulisannya kepada KH, orang yang pernah menjadi PIC dan ketua pelaksana Manchester United, Inggris saat berkunjung ke Bandung utk bersosialisasi  “Olah raga sepak bola)” pada anak2 Autis sebagai kegiatan terapi yg efektif dan pemgembangan potensi Anak Autis di bidang. Olah Raga ini, menyebutkan “Bukankah ini yang  kita harapkan bersama, dunia pendidikan dapat mengantarkan generasi penerus yang tidak saja cerdas secara akademis tapi juga memiliki budi pekerti luhur serta kepedulian yang tinggi.” (kang HUWA).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here