Cerita MURAHAN: “Manggis jatuh Tidak Jauh Dari Pohonnya”

0
0

Oleh Kang HUWA

Kita sebut saja Mr X. Laki laki non Predikat sebagai Karyawan alias “si” pemegang gelar Pengangguran banyak acara, penduduk Kampung Teureuy Cilok, Desa Kabuhulan,  Kecamatan Burial Buncelik ini, dikenal sebagai Jawara kelas Wahid se-Kabupaten Anu.

Selain berkebiasan ngupil, Mr.X juga suka mengelitik kuping pake bulu ayam.

Dalam kaitan tersebut, menurutnya, sehari tidak ngupil dan ng’gak mengelitik kuping pake bulu ayam, ibarat nyanyi dangdut tanpa cengkok dan atau naik kereta api tanpa terdengar adanya suara… jag…gijug, gijag…gijug. “Ng’gak Asyik!” Tegas Mr.X,.

Terkisahlah, Pada suatu pagi di ahad yang cerah, Mr.X yang berperawakan bak’atlit angkat Setum ini, sudah ready untuk olah raga ringan JGB (Jalan Geser Bojong) di halaman rumahnya bersama sama dengan Sang Istri dan dua orang anak tercinta.

 “Olah raga di lingkungan rumah sendiri, Praktis-ekonomis dan romantic. Lapar dan haus dikit, blos ke dapur…mantap!” Papar Mr.X.

Kemudian, “Okay! Siap semuanya JGB?” Tanya Mr.X kepada Istri dan dua anaknya.

“Siap! Papih.” Jawab Istri dan dua anak Mr.X serempak.

“JGB…mulai!” Mr.X memberi komando, lalu : “Maju mundur, maju mundur…Cantik cantik. Maju mundur…maju mundur…Cantik cantik. Mundur lagi…mundur lagi, canti cantik.” demikian Mr.X memberi komando kepada Istri dan dua anaknya yang rampak berayun langkah.

Sedang asyiknya JGB, tiba tiba Mr.X melihat Istrinya agak lesu dengan exspresi wajah yang amat sangat tidak menyenangkan.

“Mami! Exspresi gembiranya mana?” Teriak Mr.X sambil mengeluarkan bulu ayam.yang telah diberi tangkai bekas Cottonbut.

“Maap! Pih. Mamih lupa. Begini khan?” jawab Istrinya sambil tersenyum, semi memperlihatkan Behel dan atau kawat penyangga  gigi tongosnya.

“Nah! Begitu.” Kata Mr.X seraya memasukkan bulu ayam ke lubang kupingnya dan lamtoro pun dengan sadar diri berpantun dalam bahasa Sunda, begini : “Pepetek dagangan Cina di bawa ka madinah. Getek soteh mimitina lila lila mah jadi ngeunah”.

Mendengar pantun seperti itu, istrinya pun berkerot gigi namun melotot penuh manja dan berkata, “Ih! Ngeres.” Katanya.

“Apanya yang ngeres.Nih! Cobain.” Timpal Mr.X sambil memberikan bulu ayam kepada “sang“ istri.

“Ng’gak!” Tolak Istrinya

“Ini saja ya…!!” Kata Mr.X sambil memperlihatkan jari kelingking kirinya bekas ngupil.

“Idih! Papih. Kalau Mamih tidak tahu dari dulunya…ya ng’gak tahu deh!” kata Istrinya sambil tersipu-sipu.

Ketika Mr.X beserta istrinya sadar diri atas keadaan, mereka secara bersaama sama menengok kearah dimana dua anaknya berada. Alangkah terkejutnya, mereka menyaksikan kedua anaknya sedang asyik melakukan aktivitas kebiasaan Mr.X, yaitu  yang sulung sedang mengupil dan yang bungsu sedang mengelitik kuping kirinya dengan memakai bulu ayam.

“Ya! Ampun. Papih harus bertanggung jawab, karena secara tidak langsung telah mentransfer kebiasaan buruk kepada anak-anak kita, yaitu ngupil dan mengelitik kuping pakai bulu ayam,” Papar Istri Mr.X sambil berlari slowmotion ala Bos Romlah yang takut dikejar H Kardun dalam sinetron TBNH. (kang HUWA).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here