Dana Rehab Rumah Disunat?

0
12

Batanghari, Varianews.com – Diduga  Sekitar 32 Dana  bantuan Rehab rumah di Desa Ture kecamatan Pemayung Kabupaten Batanghari dananya Disunat. Bantuan Rehab rumah yang berasal dari program perumahan rakyat yang jadi prioritas pemerintahan presiden Jokowi.

Program tersebut melibatkan tokoh masyarakat sesuai dengan pengajuan dari desa yang membutuhkan dengan bantuan berupa bahan bangunan dengan sistem pembangunan swakelola. Program yang melibatkan Tokoh masyarakat, pihak kecamatan serta Kepala desa tersebut tidak sesuai dengan yang diharafkan.

Diduga banyak data yang fiktif serta jumlah nilai Dana bahan bangunan yang diterima masyarakat disunat.

Jumlah nilai bahan bangunan yang seharusnya diterima masyarakat kisaran Rp 10 juta kategori rusak ringan, Rp15 juta (rusak sedang) dan 25 juta (rusak berat) hanya sampai kepada masyarakat  2 sampai lebih kurang 6 juta rupiah.

Pantauan Pelitaindonews dan LSM ABRI di lapangan khususnya desa Ture hanya ada beberapa bangunan yang selesai dengan kalkulasi nilai bahan bangunan hanya mencapai lebih kurang 5 sampai 8 juta rupiah, Itu pun masyarakat pemilik rumah tidak diberikan RAB bangunan dan nota jumlah nilai barang yang diterima. Bangunan yang seharusnya melibatkan Tokoh Masyarakat bukan dari aparat  Desa namun fakta dilapangan tidak terjadi diduga data yang diajukan fiktif.

Hal itu disebabkan kurangnya pengawasan serta sosialisasi mengenai pentingnya kontrol sosial masyarakat terhadap pemerintah. Disamping itu ketidakpahaman masyarakat mengenai program bantuan tersebut yang diperuntukan untuk masyarakat sehingga dengan mudah disalagunakan.

Warga Desa Ture yang tidak mau namanya disebutkan saat dikonfimasi awak media Pelitaindonews mengatakan, bahwa Bahan bangunan yang diterima hanya berupa papan dan atap seng  diperkirakan hanya kisaran 6 juta rupiah sedangkan RAB nya mereka tidak menerima.

“itulah jumlah bahan bangunan yang kami terimah kayu racuk,seng kurang lebih 1,5 kodi nilai nya kira-kira 6 jutaanlah,bangunan dikerjakan sendiri tapi masih untung juga, tetangga ado yang dapat hanya 2 juta rupiah sehingga belum dibangun,yang mengawasi bukan orang ture sayo juga dak kenal,” ringkasnya.

Camat Pemayung M. Amin, SE  saat ditemui awak media Pelitaindonews di ruangannya mengatakan, bangunan tersebut berasal dari pusat sesuai dengan ajuan desa harus lebih dari 25 rumah baru disetujui,Desa yang dapat bantuan tersebut dikecamatan pemayung hanya 4 desa yaitu desa Ture, desa Selat, desa Lopak Aur dan Desa Teluk. Desa Ture kurang lebih 35 unit, sedangkan dirinya sebagai camat hanya mendapatkan honor per 3 bulan sesuai tupoksinya.

Kisaran dana yang dikelola untuk perehaban tersebut 10 juta (ringan), 15juta(sedang) dan 25 juta (berat) kalau hanya diterima masyarakat tidak sesuai camat berharaf kasus ini dilaporkan ke pihak yang berwajib.

“Kalau tidak sesuai laporkan saja saya sangat mendukung itu agar pelakunya kena sangsi berat,” tegasnya.

Camat Pemayung, M.Amin juga mengatakan, semua data ada di Bapeda Kabupaten Batanghari, Bagian Perencanaan khusus untuk pengolahan program ini.

“Kalau Sudah lengkap data Dirinya mendukung Pihak LSM ABRI dan media untuk melaporkan serta pemberitaan tentang kasus ini,Cari Data di Bapeda setelah itu laporkan,sayo sangat mendukung itu,” ringkasnya.

Dikatakan, sebagai monitoring dan penyambung lidah Masyarakat Kami dari Pihak media yang bekerja sama dengan LSM ABRI Jambi berharaf agar pihak penegak hukum dan Pemerintahan Kabupaten Batang hari dapat memberikan tindakan tegas tidak hanya mendengar dan menunggu laporan,demi kemajuan Kabupaten Batanghari kedepanya. (Man)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here