Indonesia Berpesta Batik sampai Puncak Gedung Sarinah

0
14

Jakarta, Varianews.com – Indonesia akan benar-benar berpesta batik pada Oktober mendatang. Bukan saja merayakan Hari Batik Nasional pada 2 Oktober sebagai wujud syukur atas dikukuhkannya batik sebagai warisan kebudayaan dunia oleh UNESCO, organisasi nirlaba Yayasan Batik Indonesia (YBI) juga menyelenggarakan serangkaian acara bertajuk ‘Pesta Batik Indonesia.

Sebagai pembuka rangkaian acara pada Rabu (20/9), diselenggarakan fashion show oleh empat label busana batik kenamaan seperti [bi], Galeri Batik Jawa, Parang Kencana, dan Danar Hadi di Galeries Lafayette, Pacific Place, Jakarta Selatan.

Label [bi] mengeluarkan koleksi dengan inspirasi dari urban street style dipadu dengan batik. Label yang belum lama ini mencoba fokus pada busana pria lewat [bi] maskulin itu memiliki misi agar anak muda tak malu mengenakan batik. Dalam fashion show kali ini mereka memamerkan beberapa koleksi busana ready to wear baik untuk pria maupun wanita.

“Ini sebenarnya koleksi di awal 2017. Kami kerjasama dengan putri Pak Komar, pembatik dari Bandung. Ini gabungan teknik batik Indonesia dengan teknik shibori dari Jepang,” jelas co-founder [bi] maskulin, Haryo Upandityo pada wartawan  usai fashion show.

Shibori adalah teknik pembuatan pola pada kain dengan proses pencelupan pada warna. Kain terlebih dahulu diikat, dilipat atau dililit terlebih dahulu, seperti teknik tie dye. Pola yang dihasilkan pun nantinya akan unik dan sangat beragam

Label Galeri Batik Jawa mengusung warna indigo dalam koleksinya. Untuk model, batiknya dikemas dalam siluet-siluet modern seperti outer berupa blazer atau atasan model kimono Jepang dengan bagian bawah lengan yang panjang serta celana panjang. Warna indigo semakin apik dengan paduan busana warna putih.

Berbeda dengan Galeri Batik Jawa, label Parang Kencana banyak bermain dengan warna-warna cerah. Ia banyak menampilkan busana untuk wanita, sesuai dengan tema ‘Rasasvada.’ Dalam filosofi India itu berarti ‘the taste of bliss, in the absence of all thoughts.’

“Ini menggambarkan sosok perempuan modern yang mandiri dan mencintai budaya batik tanah air, namun memiliki jiwa untuk berpetualang,” kata Sales and Marketing Director Parang Kencana, Meity Sutandi.

Fashion show ditutup oleh koleksi label Danar Hadi. Tak mau hanya bermain aman dengan perpaduan batik dan padanan polos, Danar Hadi melakukan eksperimen dengan menabrakkan motif maupun warna. Dengan kain motif garis, tampilannya pun kian kreatif.

Selain empat label ternama yang melakukan fashion show itu, Pesta Batik Indonesia juga dimeriahkan label Jarit, Batik Tembayat, Batik Paring, Di Khatulistiwa, dan Tayada.

Pameran hingga Vertical Catwalk

Selain pameran di Galeries Lafayette, pameran UKM dan pengrajin batik akan diselenggarakan di gedung Kementerian Perindustrian dan Perdagangan pada 26-29 September.

Menurut Ketua Hari Batik Nasional 2017, Gita Pratama, para peserta berasal dari UKM atau pengusaha yang sudah besar maupun mereka yang masih baru. Sebanyak 44 peserta akan terlibat dan sembilan di antaranya adalah UKM baru.

“Yang sudah besar dan berkembang akan membawa customer mereka dan bisa bantu yang baru untuk maju,” ujarnya.

Sebagai ujung acara, pada 1 Oktober akan diadakan parade Pesta Batik Nusantara di Car Free Day. Parade diikuti oleh Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI), sekolah-sekolah, serta dimeriahkan oleh ondel-ondel, gerobak hias, gunungan serta komunitas-komunitas.

Puncaknya adalah vertical catwalk, yakni fashion show dari atas gedung Sarinah dari ketinggian kurang lebih 80 meter. Dibantu tali khusus, para model akan berjalan di atas hamparan kain batik, di salah satu sisi gedung.

“Saya ingin ada sesuatu yang tidak biasa, maka vertical catwalk ini yang dipilih. Nanti konsep acara atau busana lebih ke futuristik,” kata Gita. *(Anas Nasikhin / cnn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here